Tentang Waktu

Hari demi hari kulalui tanpa kupikirkan.

Waktupun juga begitu, tanpa memikirkan, apakah disaat itu adalah saat bahagia atau sedih.

Lembaran lama telah berganti dengan yang baru. Masa lalu yang pahit tidak bisa diubah, hanya bisa dilupakan. Bila ingin dilupakan memerlukan waktu yang cukup lama. Tetapi masa lalu yang bahagia serasa ingin di ulang.

Lembaran baru saat ini adalah dimana kita menggores tentang apa yang kita lakukan hari ini. Waktupun juga tidak memikirkan itu, ia tetap berjalan.

Masa depanpun terpikirkan. Dan kita mulai bertanya-tanya, di dalam benak. Apa yang terjadi esok. Apakah hal buruk atau malah sebaliknya?.

Harapan mulai muncul, dan kita mulai memohon. Apakah yang kuharapkan saat ini terjadi di hari esok. Aku memang tak bisa berbuat apa, hanya bisa melakukan hal yang telah ditakdirkan untukku.

Kutunggu hari esok untuk melihat apa yang akan terjadi. Sang waktpun tetap berjalan, tanpa memikirkan keadaan itu. Dibenakpun muncul kembali segudang pertanyaan untuk hari esok.

Perasaan yang tak wajar mulai menghinggapi diri. Apakah yang terjadi dihari esok?.

Memang hari esok penuh dengan pertanyaan. Hingga sekali-kali terbawa kepada perasaan yang tak wajar. Sepertinya sulit untuk tidak memikirkan hari esok.

Menurutku cukup sampai sini jangan lagi pikirkan hari esok. Daripada engkau menyesali hari ini, karena hal yang tidak berguna!.

Sekarang berhentilah dan renungkanlah hari ini. Daripada engkau menyesalinya terlambat.

 

Karya : Damasa Elda Dorothy Simbolon

Kelas : 6

SD Kanisius Demangan Baru 1, Yogyakarta

[ eldadamasa @yahoo.com.au ]

Comments are closed.