Putri Bintang dan Malaikat Putih

Dahulu kala, terdapat sebuah kerajaan langit. Disana tinggallah seorang Putri bintang yang sangat cantik, baik hati dan pemberani. Ia bernama Alish. Alish adalah pemimpin pasukan pelindung kerajaan langit. Ia memimpin beribu-ribu pasukan bintang. Pasukan bintang inilah yang melindungi kerajaan langit dari para penyihir jahat yang selalu ingin mengahancurkan kerajaan langit.

Kerajaan langit dipimpin oleh seorang raja yang bijaksana, yaitu Raja Matahari dan ia didampingi seorang ratu yang sangat lembut, yaitu Ratu Bulan. Sehingga kehidupan di kerajaan langit sangat damai dan tentram.

Di kerajaan langit Alish memiliki seorang teman, dia adalah seorang malaikat putih yang bernama Esfandiar. Esfandiar sangat baik, dia selau ada disamping Alish disaat Alish suka maupun duka. Mereka berteman dari kecil, sehingga mereka seperti saudara. Dan Esfandiar juga selalu membantu Alish saat melawan para penyihir jahat.

Suatu hari ada seorang pangeran tampan, dia sedang mencari seorang gadis pemberani yang akan dipersuntingnya. Setelah Alish tau, dia ternyata juga tertarik pada sayembara itu, dia juga ingin menjadi permaisuri pangeran tampan itu.


Dalam setiap hal, Alish selalu meminta pendapat Asfandiar, termasuk keinginannya ini.
“Esfandiar, menurutmu apakah aku pantas menjadi permaisuri pangeran itu?” tanya Alish malu-malu
“Apakan kamu ingin menjadi permaisuri sang pangeran?” tanya Esfandiar balik.
“Ya begitulah, tapi bila kamu tidak mengijinkan aku akan mengurungkan niatku itu” kata Alish bersungguh-sungguh tapi Esfandiar hanya diam.
“Aku akan merelakanmu pergi Alish, tapi mungkin aku akan merasa kehilangan sesuatu yang penting dalam hidupku.
“Esfandiar, aku janji aku tidak akan pernah melupakamu.”

Suatu ketika tak sengaja Esfandiar melihat sang pangeran tampan itu berbicara dengan salah seorang prajurit penyihir. Dan ternyata pangeran itu adalah Terox, pemimpin pasukan sihir. Ia menyamar sebagai pangeran untuk mengelabuhi Alish dan membuatnya lengah dan meninggalkan kerajaan langit. Setelah tau hal itu, Esfandiar langsung memberitahukan pada Alish agar ia segera menjauhi pangeran.
”Alish, aku mohon jauhlah pangeran. Dia hanya ingin menghancurkan kerajaan ini.”
”Pengeran ingin menghancurkan kerajaan langit?bagaiman mungkin? Pangeran orang yang baik dan dia hanya manusia biasa.”
”Dia adalah Terox, dia menyamar menjadi pangeran hanya untuk menipimu.”
”Esfandiar, Terox itu buruk rupa, sedangkan pangeran sangat tampan”Alish mencoba mempertahankannya.
”Alish percayalah…”
”Esfandiar, kamu mengatakan itu agar aku tidak pergi bersama pangeran lagi ’kan?”Alish mulai marah.
”Kamu akan menyesal bila tidak mempercayaiku.”
”Sudahlah Esfandiar! Kamu keteralaluan!” Alish pun benar-benar marah, dan ia pun pergi meninggalkan Esfandiar dan kerajaan langit.
Setelah Alish meninggalkan kerajaan langit,  tiba-tiba pasukan sihir menyerang istana langit dengan jumlah yang besar. Pasukan langit bingung menghadapi mereka karena jumlah mereka terlalu banyak dan tidak ada Alish yang memimpin mereka. Namun mereka akan berperang sekuat tenaga untuk melindungi kerajaan langit. Dan akhirnya di kerajaan langit terjadilah perang yang cukup besar.

Awan berubah menjadi sangat gelap. Petir menyambar-nyambar, badai menggelegar dan hujan turun dengan sangat deras. Alish merasa sangat gundah, ia merasa ada hal buruk yang terjadi di kerajaan langit. Ia tidak tahu bila di kerajaan langit terjadi perang yang cukup dasyat. Ia ingin sekali kembali ke kerajaan langit, namun Terox yang menyamar sebagi pangeran selalu menghalanginya. Karena tipuannya yang cukup baik, Alish pun tidak kembali ke kerajaan langit.

Semakin lama Alish benar-benar merasakan hal yang buruk di kerajaan langit. Dan tiba-tiba ketika Alish izin untuk kembali ke kerajaan langit pada pangeran, pangeran mengakui sesuatu yang membuat Alish sangat terkejut.
”Alish terima kasih kamu telah sangat membantuku”
”Apa maksudmu pangeran?aku pikir aku tidak pernah melakukan sesuatu untukmu”tanya Alish heran. Lalu tiba-tiba pangeran tampan itu berubah menjadi buruk rupa, pangeran tampan itu berubah menjadi Terox.
”Apa kamu masih mengingatku Putri bintang?”
”Terox!” Alishsangat terkejut. ”Jadi benar yang dikatakan Esfandiar?”
”Putri bintang, kamu sangat membantuku. Karena kau pergi dari kerajaan langit, jadi pasukanku bisa lebih mudah menyerang kerajaan langit” Kata Terox dengan enaknya dan Alish hanya bisa terdiam menyesali perbuatanya.
Karena sangat kesal, Putri bintang langsung saja menghempaskan pedangnya yang tersembunyi dibalik sayap kepada Terox. Dan Terox akhirnya mati…

Alish pun segera menuju kerajaan langit, berharap ia dapat menebus kesalahanya. Namun  semuanya telah selesai, banyak pasukan langit yang mati. Tapi untung saja kerajaan langit tidak mencapai kehancuran. Karena tiba-tiba seluruh pasukan penyihir mundur dari peperangan.

Alish pun segera mencari raja matahari dan Esfandiar. Namun sayang, Alish tidak dapat menemui Esfandiar dalam senyumnya, bahkan ia melihat Esfandiar dalam keadaan terluka parah. Esfandiar terluka karena menyelamatkan Raja Matahari.

Alish sangat merasa menyesal, ia menyasal tidak mempercayai apa yang dikatakan sahabatnya. Dan kerajaan langit juga hampir hancur karena ditinggalkanya. Mulai saat itu Raja Matahari menghukumnya. Ia tidak lagi boleh pergi ke bumi. Ia harus terus menjaga istana langit dalam keadaan apa pun.

Dan tidak lama kemudian Esfandiar pun sembuh. Alish dan Esfandiar kembai menjadi sahabat lagi bahkan lebih erat.

 

 

shiva ayla [little_cessan17 @yahoo.com]

Comments are closed.