Tikus Yang Rakus

Tikus Yang Rakus
Tikus Yang Rakus

Suatu malam, ada seekor tikus yang lapar sedang mencari makanan didalam sebuah rumah. Kebetulan, ia melihat keranjang yang berisi jagung. Ia tertarik dan ingin memakannya, karena itu kemudian ia membuat lubang kecil pada keranjang itu.

Setelah ia melubangi dan cukup untuk dilewati tubuhnya, tikus itu masuk dan melahap jagung yang ada didalamnya. Ia makan begitu banyak dan ia kelihatan sangat puas sekali malam itu. Setelah kenyang, ia kemudian keluar melalui lubang tadi. Namun rupanya lubang itu terlalu kecil, perut tikus itu sudah membesar karena ia makan terlalu banyak. Ia tidak berhasil melewati lubang.

Berkali-kali ia mencoba untuk keluar, namun tetap tidak bisa. Ia makan terlalu banyak. Tikus itu kemudian menyerah dan menangis. Ia sangat takut kalau-kalau tidak bisa lagi keluar dari keranjang itu.

Tangisan tikus itu rupanya terdengar oleh seekor kelinci yang kebetulan sedang lewat. Kelinci itu mencari kearah suara tikus tadi. Kemudian bertanya kepada si tikus.
“Hey tikus, kenapa kamu menangis?”

Si tikus pun menjawab. “Aku tadi membuat lubang kecil di keranjang ini, tapi kemudian aku tidak bisa keluar lagi setelah makan jagung-jagung ini.”

Kelinci berkata, “Itu karena kamu makan terlalu banyak.”

Tikus bertanya kepada kelinci, “Lalu bagaimana caranya agar aku bisa keluar, tolonglah aku.”

Kata kelinci, “Tunggu saja sampai perut kamu kempes kembali hahahaha…” Sambil tertawa kemudian kelinci berlalu meninggalkan si tikus.

Akhirnya si tikus tertidur sampai pagi didalam keranjang. Setelah bangun, perutnya sudah tidak penuh lagi. Tetapi tapi karena lapar ia kemudian kembali memakan dengan lahap jagung-jagung itu. Dan perutnya kembali penuh. Ia baru ingat bahwa ia harus keluar dari keranjang. Ketika ia bergegas keluar menuju lubang kecil yang ia buat, lagi-lagi ia tidak bisa keluar karena perutnya membesar karena kekenyangan.

Si tikus kembali menangis. Ia menyesali perbuatannya. Ia menyesal karena terlalu serakah memakan jagung begitu banyak. Akibatnya ia mengalami nasib yang sama.

Tiba-tiba tangisannya diketahui oleh seekor kucing yang baru saja bangun dari tidurnya. Si kucing kemudian mendatangi keranjang dan ditemukanlah si tikus yang kenyang itu sedang ketakutan. Kemudian si kucing memakan tikus yang rakus itu. Maka tamatlah riwayat si tikut.

Kerakusan menyebabkan tikus sulit keluar dari kesulitannya, malah justru kehidupannya berakhir. End

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *