Syaiful Hamil

Srut-srat-srut Adit sedang membungkus kado yang berisi pakaian adik bayi. “Dit kok sibuk banget sih, kamu lagi apa?” Tanya Didit. “Bungkus kado.” Jawab Adit tanpa melihat wajah Didit. “Siapa yang lagi ulang tahun Dit?” “Ga ada” “Trus ngapain kamu bungkus kado dit?” “Gini Didit, artis yang bernama Syaiful sedang hamil. Jadi aku mau ngirim kado ini..” GUBRAK!! “Aduh Dit.. Dit.. itu mah Syaiful Jamil! Bukan Syaiful HAMIL!! Gak ada artis yang lagi hamil sekarang! Kamu ni suka SALAH DENGER!!

Nama : Ayesha Rida Izzati
Umur : 9 tahun
Kelas : 4 SD
Sekolah : SDIT Internasional Luqman Al-Hakim
Ayesha Rida Izzati [ayeshaizzati @yahoo.co.id]

Antara 1 Dan 40

SMP Blatinka adalah SMP RSBI yang terletak di kota Bojong Soang. Semua murid SD di kota Bojong Soang ingin sekali bisa masuk ke SMP Blatinka. Betapa bagus dan mewahnya gedung SMP tersebut. Piala siswa-siswi yang banyak, guru-gurunya yang ramah, fasilitas belajar yang lengkap, membuat siswa betah dan nyaman bersekolah.

Saatnya tahun ajaran baru dimulai. Hari pertama adalah hari yang menyenangkan untuk Aghast. Aghast bisa berkenalan dengan teman baru dan mendapat suasana yang serba berbeda. Di kelas 8F, ia bertemu dengan Fischa yang juga menjadi teman sebangku baru Aghast. “Selamat pagi anak-anak, saya ibu Navina akan menjadi wali kelas baru di kelas ini. Ada yang mau bertanya?” ucap ibu Navina dengan nada lembut. “Buuuu.. Ibuuu.. saya ga dapet temen sebangku bu,” panggil Fischa “Fischa, kamu bisa duduk di sebelah Aghast saja. Silahkan..” jawab ibu Navina
Dengan gugup Fischa menolak ucapan bu Navina, “Ta.. ta.. tapi bu, sa..”  “Sudah Fischa, sekarang duduklah di sebelah Aghast,” timpal ibu Navina memotong perkataan Fischa.

Continue reading

Indahnya Berbagi

Pada suatu sore, aku membeli permen karet. permennya ada 10 buah. sampai di rumah aku makan satu. adikku, zaky melihat aku mengantongi permen karet itu. “Mbak, aku minta permennya…” pinta adikku. “eh, udah udah habis” kataku berbohong. “itu apa” kata adikku sambil menunjuk kantong celanaku. ternyata permen karet itu menonjol keluar saku. “eh… ini…” kataku kehabisan akal. “ayo, bohong dosa lho…” desak adikku. “eng enggak kok, aku nggak bohong” kataku menyangkal. ya sudah, aku keluarkan saja. lalu aku makan satu lagi. adikku menjilat bibir dan ikut menggerakkan mulutnya seperti aku. aku langsung masuk rumah dengan kesal, adikku pun ikut. “ngapain sih?, kamu ngikutin aku?” tanyaku membentaknya. adikku menangis sesenggukan lalu masuk kamar dan menangis di sana. aku tersenyum puas. lalu aku melihat acara televisi “nggak ada yang asyik” kataku. aku berhenti memencet tombol di remote saat ku dengar siaran radio dakwah bertema ‘Indahnya Berbagi’ ku dengar dengan saksama. aku tersadar, aku itu pelit. adikku keluar dengan mata sembap. “Mbak lagi ngapain? kok tivinya nggak dilihat?” tanyanya sopan. aku berpikir ‘aku pelit sama adik, tapi adik baik sama aku…’ pikirku. tanpa menunggu lama lagi, aku meminta maaf dan memberi empat permenku supaya adil, karena aku memiliki delapan permen dan di bagi dua menjadi empat. oh benar, BERBAGI MEMANG INDAH

 

Nama    : Ayra Noor Khalida

Kelas     : 4B

Sekolah : SD Muh Pakem

Ayra Nice [ayranice @yahoo.co.id]

Sayang Papa dan Mama

“Asyiiik!……….. Papa sudah pulang dari kantor”, teriakku.

Papa membawa oleh-oleh, apa ya isinya? Waw, ternyata isinya pensil warna. Papa juga membelikanku buku tulis. “Terima Kasih ya Pa” kataku. “Iya sama-sama, sekolahnya tambah rajin ya nak” jawab Papaku. “Iya Papaku sayang”, kataku.

Tiba-tiba terdengar suara sepeda motor di depan rumah.

Wah, rupanya mama datang dari pasar membawa daging dan sayuran.

Mama mau memasak hidangan lezat, aku harus makan makanan bergizi agar badanku sehat dan kuat.

Mama dan Papa sangat menyayangiku, akupun sangat sayang pada Mama dan Papaku.

 

Ditulis oleh :

Atika Naira

7 Tahun

Atika Naira [naira_zsr @yahoo.co.id]

Kutu di Rambut Sheila

“Haduh,… mama gatal!!!” teriak Sheila saat dikamarnya.

“Kenapa, La?” tanya mama nya langsung menghampirinya.

“Kepala Sheila gatal-gatal…” jawab Sheila.

“Sini, mama lihat,”

Mama nya pun langsung menyibakkan rambut Sheila dan berkata, “Sheila, rambut Sheila berisi kutu, gara-gara Sheila malas keramas,”

“Ah? Masa sih, ma? Sheila rajin tuh keramas…” bela Sheila.

“Buktinya, ini ada kutu…” sahut mamanya.

“Ya, deh. Sheila rajin-rajin keramasnya,”

Mama nya pun langsung pergi dari kamar Sheila, dan mama nya pun menyuruh Sheila untuk keramas.

“Keramas? Ini kan tanggal 18 April, aku mau dijadikan model di sebuah majalah, kalau keramas, lama dong keringnya, kan di blow, di catok dan lain-lainnya. Duh, gimana, ya?” ujar Sheila dalam hati. “Ah, nggak usah deh, keramas dulu…”

Sheila pun segera mandi, berhias dan menyisir rambutnya, karena ia akan ke studio foto, untuk dijadikan model di sebuah majalah.

Setelah selesai mandi, berhias dan menyisir rambutnya, ia segera keluar dari kamarnya dan minta diantarkan oleh papa nya.

“Papa, antarkan Sheila, ya?”

“Kemana, La?” tanya papa.

“Ke studio nya Om Surya itu,” balas Sheila.

“Iya, iya. Mama lagi ke super market, mungkin agak lama datang, yuk, sekarang berangkat…”
Continue reading

Di Balik Sebuah Android

Saat bel istirahat kedua berbunyi dengan panas matahari yang semakin menyengat, Sean dan Elvine berjalan melewati papan pengumuman sambil memakan snack.                                                                                                                      “Sean, lihat deh! Ada lomba membuat game komputer tuh dan hadiahnya, WOW! Androiiiddddd!!”, seru Elvine.                                                                         Dengan suara heran, Sean menjawab,                                                                     “Apa? Android? Gadget yang lagi tren itu?”                                                             “Ya ampun, Seaaannn, hari gini ga tahu Android? Cape deehh.. Liat TV dong atau majalah, gadget Android itu lagi naik daun banget dibanding gadget lain.” Elvine mengakhiri jawabannya.                                                                      “Asyik juga tuh kelihatannya, kalau menang kan, hadiahnya lumayan.”

Tiba-tiba, Chrissa, teman sekelas Sean , menghampiri Sean dan Elvine.                                                                                                                              “Ngapain kalian di sini? Oh, mau ikut lomba membuat game komputer itu? Heh, jangan mimpi deh! Anak panti asuhan seperti kalian mau ikut lomba? Paling-paling langsung ditolak hahaha,” tawa Chrissa dan segera pergi dengan wajah yang penuh tatapan sinis itu.

Continue reading

Sang Kancil, Raksasa dan Buaya

Pada suatu malam Kancil berlompat-lompat di belakang sungai. Kancil memiliki peta, lalu dia melihat petanya. Ternyata di belakangnya ada raksasa. Karena kancil melompat-lompat raksasanya bangun. Lalu raksasanya mau menangkap kancil. Kemudian kancilnya lompat. Ternyata yang ditangkapnya adalah kodok. Kemudian kancil lompat ke depan sungai. Pas dia lompat datang buaya. Buayanya mau memakan kancil. Kata kancil hey tunggu dulu, kamu panggil kawan-kawan kawan dulu buaya. Setelah teman-teman buaya datang. Buaya nya mau menggigit kancil. Kancilnya lompat ke sungai. Kancil nggak tahu rupanya di sungai ada air terjun. Raksasa nya lompat ke sungai, dia mau minum dulu sebelum menangkap kancil. Ketika raksasanya sudah minum. Dia mau menangkap kancil, kancilnya lompat ke pohon. Yang tertangkap oleh raksasanya malah ikan. Terus kancilnya lompat jauh.

 

 

OLEH : M. ARIF RAMDHANI DARMAWAN

KELAS A2 TK AL MAHIRA BENGKULU

LAHIR 24 SEPTEMBER 2007

Darmawan Julianto [darmawan_julianto @yahoo.com]

Jangan Jajan Sembarangan!

Teng…Teng…Teng, bel tanda pulang sekolah berbunyi.Semua siswa SD.Pantang Mundur bersiap – siap untuk pulang. Tak terkecuali Chaella dan Merlyn, siswa kelas V D. Mereka adalah dua sahabat karib yangberbeda karakter san sifatnya. Chaella sifatnya mudah cemburu, boros, suka jajan, gampang tersinggung tapi dia pintar. Sedangkan Merlyn bersifat kalem, sabar dan ramah.Meski berbeda karakter, mereka salalu akrab.

Merlyn dan Chaella bersiap untuk pulang. Tapi, langkah Chaella terhenti melihat penjual makanan yang baru terlihat hari ini. Penjual baru ini bernama Bang Erwin. Dia menjajakan gorengan berupa ayam goreng, nuget, sosis dan apa saja yang biasa dijual PKL(Pedagang Kaki Lima) pada umumnya. Keinginan Chaela untuk membeli makanan timbul kembali. Dia menghampiri Bang Erwin. Kalau sudah begitu, Merlyn akan kewalahan mencegahnya untuk tidak jajan sembarangan.

Continue reading

Gaun Putihku

Di suatu kota yang ramai sekali dengan penduduknya,hiduplah gadis bernama Dania. Dania adalah anak orang kaya tetapi,Dania tidak sombong. Dania duduk di kelas 5 SD. Dania anak yang penurut kepada orang tuanya dan rajin beribadah. Hoby Dania adalah membaca. Dania termasuk anak yang pandai,setiap ada lomba pasti Dania hadir untuk mengikuti lomba itu.

Pagi berganti malam,saatnya Dania melakukan shalat magrib setelah itu,Dania belajar di temani oleh Bundanya. Satu jam ia gunakan untuk belajar,Dania segera mengambil air wudlu untuk shalat isya.Lalu ia segera beranjak tidur di kasurnya yang empuk dan nyaman.

“Dania ayo bangun shalat subuh dulu!” perintah Bunda.

“Baik Bunda” balas ku.

Setelah shalat,Dania segera menuju ke kamar mandi untuk membersihkan diri. Sesudah mandi ia segera berganti baju. Karena hari ini hari Senin, maka Dania mengenakan baju Merah Putih. Selanjutnya Dania turun untuk sarapan. Setelah sarapan,Dania menuju ke Pak Ahmad untuk diantarkan ke sekolah.

“Hai Dania” kata Mia sambil menepuk pundak ku.

“Hai juga Mia,apakah kamu sudah belajar semalam?” tanyaku

“Pasti dong,kalau kamu?” tanya Mia balik.

“Sudah,kita ke kelas yuk!” ajak ku.

Continue reading

Harumkan Nama Indonesia dengan Kecerdasanmu

Disebuah kampung yang bernama Kamputung tepatnya di pulau Papua terdapat seorang anak lelaki yang bernama Yarabe, yaitu anak dari Bapak yang bernama Kokondao dan Ibu yang bernama Gina, sebenarnya Ibu Gina berasal dari NTT yang tersesat di Papua pada saat Ibu Gina berwisata ke pulau Papua dan akhirnya menikah dengan warga Papua yang bernama Kokondao dan kabar gembira pun datang, mereka akhirnya mempunyai buah hati  laki laki yang bernama Yarabe dan Yarabe memiliki adik laki-laki yang masih bayi, dia bernama Wuflenso. Kampungnya Yarabe yaitu Kamputung sebenarnya mempunyai kepanjangan yaitu kampung untung  karena dulu kampung ini selalu beruntung.

Yarabe tidak bersekolah karena orangtuanya tidak bisa mencukupi biaya sekolahnya, sebenarnya ia telah duduk di bangku kelas empat. Yarabe membantu bapaknya menjual tikar dan membantu ibunya menjual kue. Ia menjualnya sampai habis, uangnya digunakan untuk makan sehari-harinya bersama keluarganya, itu pun kadang belum mencukupi makan sehari-harinya bersama keluarganya. Yarabe sangat ingin sekolah seperti teman-temanya, tetapi itu mimpi baginya.  Jika ia sudah selesai menjual tikar dan kuenya ia segera mengintip teman-temannya yang sedang bersekolah untuk mencari ilmu, Yarabe mengintip lewat cendela kelas, ia juga mendengarkan penjelasan dan kata-kata yang merupakan  ilmu dari guru teman-temanya itu, sungguh malang nasib Yarabe. Ia mencatat apa yang ia dengarkan lewat cendela dari bu guru di buku, buku itu adalah buku satu-satunya yang ia punya dari hasil keringatnya sendiri. Catatan yang ia catat sudah banyak karena ia sering mengintip lewat cendela kelas teman-temanya dan ia selalu mempelajari catatan itu jika ia akan tidur.

Continue reading