Cara Bercerita Kepada Anak Dengan Baik

cara bercerita dengan anak

Sebagai orang tua kita sebaiknya belajar memiliki kemampuan bercerita ala dongeng kesukaan anak kita. Kita sesuaikan cerita yang kita buat tersebut dengan nilai-nilai atau aturan yang anak kita butuhkan.

Dalam bercerita sebaiknya kita hindari penggunaan kalimat negatif seperti “tidak” dan “jangan”, karena otak tidak mengenal kalimat negatif.  Misalnya jika saya minta Anda membayangkan gajah warna pink, kira-kira apa yang keluar dalam imajinasi Anda? Tulisan GAJAH PINK atau gambar gajah berwarna pink? Nah, pasti seperti kebanyakan orang lainnya maka gambar gajah warna pink lah yang dibayangkan.

Kalau saya berkata “TIDAK”, yang ada dalam Imajinasi Anda adalah, seperti kebanyakan orang pula, sesaat mereka akan mencari-cari lalu jawabannya adalah kosong tidak ada apa-apa, karena memang kata “TIDAK” dan “JANGAN” tidak bisa diasosiasikan dengan bayangan apapun.

Jadi kalau ingin meminta anak untuk melakukan sesuatu buat anda, utarakan saja secara langsung. Misalnya kita melarang untuk jangan lari-lari, sebenarnya keinginan ayah-bunda adalah meminta si anak untuk duduk tenang. Jadi sebaiknya pilih kata yang tepat saat kita sedang berkomunikasi dengan anak.

Kemudian ceritakan secara konsisten dengan penuh variasi seandainya Anda ingin menanamkan tentang bagaimana sikap mendengarkan yang baik.  Ulangi cerita tersebut pada waktu yang berbeda sampai perilaku ini benar benar sudah menjadi kebiasaannya.  Biasanya tiga sampai lima kali cerita, dengan tokoh yang berbeda atau membuat cerita yang bersambung.

Dongeng merupakan kegiatan yang juga sering dilakukan oleh banyak orang, seperti orang tua ketika menjelang tidur yaitu dengan membacakan sebuah kisah atau cerita dongeng. Manfaatnya sangat banyak sekali jika kita mengetahui kondisi psikologis dan mekanisme pikiran seorang anak. Biasanya kita memberikan waktu untuk kegiatan ini menjelang tidur pada malam hari. Nah, pada momen-momen seperti ini sebenarnya tingkat kesadaran seorang anak sudah jauh menurun, alias pintu menuju pikiran bawah sadarnya terbuka, di mana kita tahu bahwa pikiran bawah sadar merupakan tempat program kehidupan kita.

Nah dengan dongeng ini kita juga mempunyai kesempatan memberikan muatan muatan atau program yang positif. Kita bisa menciptakan dongeng kita sendiri yang disesuaikan dengan kebutuhan anak, contoh misalnya kisah para nabi dan rosul yang pantang menyerah, kisah para sahabat yang jujur dan amanah, kisah Cinderella yang disiplin ataupun cerita yang lain. Maka gunakanlah kreatifitas kita dalam bercerita sehingga membuat anak anak memiliki hidup yang lebih baik muatan muatan positif tadilah yang kita masukkan ke dalam pikiran anak melalui sebuah dongeng atau cerita.